Senin, 01 Februari 2010

Framing View Angle for Makro Photo

FVA adalah istilah untuk mempermudahkan kita dalam mempelajari teknik menghasilkan jepretan yang baik. Dalam dunia fotografi kita mengenal apa yang dimaksud dengan view , angle dan frame , dimana masing-masing istilah tersebut mempunyai tujuan dan maksud tersendiri sesuai dengan fungsinya.

FRAME
Frame atau bingkai merupakan istilah dalam fotografi yang mewakili batasan area foto terhadap objek sasaran terfokus kita. Jenis-jenis frame dalam fotografi bermacam-macam jenis dan karakteristiknya, beberapa contoh dibawah ini adalah bentuk-bentuk frame :
1. Pohon atau benda-benda sejenis
2. Building indoor maupun outdoor
3. Garis Horison , dsb
Jadi sebelum melakukan"jepretan" terhadap objek ,kita harus pastikan bahwa objek nantinya akan ter"framing"dengan baik sehingga fokus terhadap objek (POI)nya terlihat dengan jelas.

View
View atau pandangan dalam fotografi dimaksudkan sebagai tata letak objek yang akan kita jepret , dalam aplikasinya view biasanya berhubungan dengan angle ( sudut ).View objek yang baik membuat hasil foto kita menjadi lebih enak untuk dinikmati.
Beberapa hal yang berhubungan dengan View a.l :
1. Tata cahaya
2. Background
3. Foreground
4. Sudut tembak.

Angle
Angle atau sudut tembak kamera merupakan aspek terpenting dalam dunia fotografi, dari sudut tembak inilah nantinya akan mempengaruhi hasil jepretan kita.
Sudut yang baik dan pas membuat objek akan terlihat lebih artistik ,natural, perspektif dan bernuansa.
Ada beberapa istilah untuk angle :
1. Low Angle , artinya sudut bawah dimana letak posisi kamera kita berada lebih rendah dari letak objek kita.
2. Eye Angle , artinya sudut tembak kamera kita sejajar dengan tinggi objek.
3. High Angle , artinya sudut atas dimana letak posisi kamera kita berada lebih tinggi dari objek.

Dalam dunia fotografi terutama Makro Foto , ketiga aspek diatas MUTLAK  diperlukan dan terpakai , tidak boleh dihilangkan begitu saja karena ketiga aspek tersebut saya anggap bagian paling penting untuk menentukan baik buruknya hasil foto kita.
FVA = Framing View Angle

Tetap semangat ..keep Jepret

Senin, 18 Januari 2010

ART of MACRO

Makro Fotografi merupakan salah satu aliran dalam dunia fotografi , banyak yang mengatakan bahwa fotografi makro adalah bagian yang termudah dalam aliran fotografi itu sendiri , bahkan ada beberapa teman saya yang mengatakan bahwa foto makro dapat dikerjakan oleh anak kecil sekalipun asal mereka diberikan fasiltas yang memadai , hal ini berbeda jika melakukan pemotretan untuk jenis Human Interest , Landscape , Modelling dsb. Pokoknya ,makro tidak mempunyai nilai apa-apa.

Benarkah demikian ? , jawabannya adalah benar sekali..., tetapi tidak hanya makro , landscape , portrait , human interest dsb juga dapat dilakukan anak kecil sekalipun asal mereka juga diberi kamera....., mengenai hasil??. Nah disinilah faktor yang membedakan..HASIL !.



Dunia Fotografi adalah dunia Seni ( ART )..jadi semuanya akan kembali kepada essensi dan filosofi fotografi yaitu " menghasilkan karya seni".
Semua orang dapat melakukan pemotretan apalagi untuk era saat ini dimana fotografi semakin mudah dilakukan dengan banyaknya pilihan kamera digital mulai jenis Point Shot ( Pocket ) ,Prosumer hingga DSLR, Semua Orang Bisa...., tetapi apakah menghasilkan suatu karya seni ?, belum tentu ..., apakah menghasilkan hasil dokumentasi ?...jawabannya adalah Ya,betul sekali.

Jadi disinilah letak permasalahannya , apakah hasil jepretan kita sekedar untuk dokumentasi atau untuk karya seni atau kedua-duanya , kita sendiri yang menentukan..



Begitu pula dengan Makro fotografi .., jika sekedar jepret closeup / jarak dekat untuk objek yang kecil dengan skala perbandingan pembesaran 1:1 atau lebih maka semua orang pasti bisa melakukannya , seperti yang dilakukan oleh salah seorang teman , asal bisa jepret jarak dekat benda-benda kecil dan terlihat jelas maka dapat dikatakan foto makro berhasil dilakukan dan menurut teman saya tsb makro foto tidak diperlukan estetika fotografi seperti :
1. Konsep
2. Komposisi
3. View Angle
4. Lighting

" Just Focus...Klik..done ..No one after look it given an apprasial"

Apakah demikian ?, hal yang sama akan terjadi terhadap foto Landscape,human dll apabila hanya sekedar "Just click".

Jadi sebenarnya Makro fotografi pun tetap sama bernilainya dengan fotografi landscape,human nature dsb asal dilakukan dengan tujuan mempunyai nilai seni yang dapat dinikmati oleh orang yang melihatnya ( ada Point of Interest ).
Yang terpenting disini menurut hemat saya dalam foto makro adalah :
1.POI ( Point of Interest ) atau  objeknya.
2.Idea atau ide dan konsepnya
3.Composition atau komposisi objek dsb.
4.Value ,atau nilai dari foto tsb apakah untuk tujuan dokumenter , art atau komersial.

Semoga tulisan ini dapat memberikan gambaran mengenai "Art of Macro Photography " secara umum .

Kamis, 07 Januari 2010

MACRO Photography tanpa DSLR..Why Not ??

Sejalan dengan perkembangan dunia fotografi saat ini semakin banyak orang yang tertarik untuk menekuninya, para  pabrikan kamera berlomba menawarkan jenis2 kamera untuk memuaskan pemakainya mulai dari yang Point and Shot Camera sampai DSLR Camera yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Tapi itu semua adalah sekedar produk, kita berhak memilih mana yang cocok dengan kebutuhan kita.
Kembali ke dunia macrografi, ada teman yang mengatakan kepada saya bahwa jika mau menekuni foto Macro maka kamera saya gak cocok ( kamera waktu itu masih KODAK M863 ),minimal pakai DSLR yg "Low End " sekelas SONY Alpha A200 atau Nikon D40 atau Canon 1000D.
Jujur "dompet saya tipis" jadi gak bisa beli DSLR so akhirnya memanfaatkan kamera yang ada M863 untuk latihan Makro foto dan ini salah satu hasilnya









Selesai..puas ?, ternyata bisa juga ...,akhirnya saya pun iseng2 mencoba menambah LUP di depan lensa camera M863 saya dan woowww hasilnya ternyata bisa masuk kategori makro ( menurut saya )










Jadi saya berkesimpulan untuk foto-foto makro ternyata bisa menggunakan kamera Poin Shot dan tidak harus DSLR.

Saat ini saya telah mengupgrade kamera saya ke Fuji Finepix s1500 Prosumer kamera ..., masih tetap belum ke DSLR ( maklum kantong cekak ..) dan dengan tetap menggunakan asesoris tambahan DIY seperti LUP , Reverse Lens with Tube DIY .
Akhirnya jadilah saya menekuni dan belajar dari para master-master makro mengenai teknik Macro Art.

Yang terpenting adalah "Jangan Patah Semangat" , asal kita mau dan serius untuk belajar maka pakailah statement dari teman saya ini sebagai penyemangat kita :" The Good Photo not Decide by Camera Future but Who's behind the Camera"

Berikut sebagian hasil foto makro saya dengan Finepix s1500 :





















Just a Macro Shot

Just a Macro Shot